Nasional

Muhammad Sarmuji Resmi Jadi Menperin, Gantikan Agus Gumiwang di Tengah Reshuffle Kabinet Prabowo

Fazlur Rahman 02 Oktober 2026 3 penayangan

Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Muhammad Sarmuji sebagai Menteri Perindustrian (Menperin) di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026). Sarmuji menggantikan Agus Gumiwang Kartasasmita dan menjadi bagian dari perubahan susunan Kabinet Merah Putih.

Pelantikan Sarmuji dilakukan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 104/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri dan Wakil Menteri Negara Kabinet Merah Putih periode 2024–2029. Dalam prosesi tersebut, Sarmuji bersama sejumlah menteri dan wakil menteri lainnya mengucapkan sumpah jabatan di hadapan Presiden Prabowo.

Pengangkatan Sarmuji menandai peralihan kepemimpinan di Kementerian Perindustrian, kementerian yang memiliki peran dalam penyelenggaraan urusan pemerintahan di bidang perindustrian. Posisi tersebut menempatkan Sarmuji pada tanggung jawab baru setelah selama bertahun-tahun berkecimpung di dunia politik dan parlemen.

Sebelum dipercaya menjadi Menperin, Sarmuji dikenal sebagai salah satu kader senior Partai Golkar. Ia menjabat Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar periode 2024–2029 dan sebelumnya memimpin Fraksi Partai Golkar di DPR RI. Karier politiknya di parlemen dimulai pada 2014 dan berlanjut hingga periode 2024–2029.

Sarmuji lahir di Surabaya, Jawa Timur, pada 10 Juni 1974. Sebelum terjun lebih jauh ke politik, ia aktif dalam organisasi kemahasiswaan dan kepemudaan. Ia pernah menjadi Ketua Koperasi Mahasiswa Universitas Jember pada 1996–1998, kemudian Ketua Umum HMI Cabang Jember pada 1998–2000. Kiprahnya berlanjut hingga tingkat nasional ketika ia tercatat sebagai Ketua Umum PB HMI pada 2001–2002.

Jejak organisasinya kemudian semakin luas. Sarmuji pernah menjabat Wakil Sekretaris Jenderal DPP AMPI pada 2003–2009, Ketua KNPI periode 2008–2011, serta Sekretaris Jenderal PP AMPG pada 2010–2015. Ia juga pernah menjadi Wakil Sekretaris Jenderal HKTI pada 2011–2014. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjangnya sebelum memasuki panggung politik elektoral.

Di lingkungan Partai Golkar, Sarmuji kemudian dipercaya menduduki sejumlah posisi strategis. Ia pernah menjadi Wakil Sekretaris Jenderal bidang pemenangan pemilu untuk wilayah Jawa-Kalimantan pada 2014–2019. Ia juga pernah memimpin DPD Partai Golkar Jawa Timur pada periode 2020–2024 sebelum kemudian dipercaya menjadi Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar sejak 2024.

Sementara di parlemen, Sarmuji pertama kali terpilih sebagai anggota DPR RI pada Pemilu 2014. Ia kembali terpilih pada periode berikutnya dan masih tercatat sebagai anggota DPR RI periode 2024–2029 sebelum masuk ke pemerintahan. Dalam perjalanan di DPR, ia pernah menjalankan tugas di sejumlah komisi, antara lain Komisi XI, Komisi IX, dan Komisi VI. Ia juga dipercaya menjadi Ketua Fraksi Partai Golkar di DPR RI.

Latar belakang pendidikan Sarmuji juga berasal dari bidang ekonomi dan administrasi. Ia merupakan lulusan Universitas Jember pada 2000 dan melanjutkan pendidikan pascasarjana di Universitas Indonesia hingga lulus pada 2005. Sebelum aktif sebagai politisi, ia pernah bekerja sebagai konsultan dan tenaga ahli Fraksi Partai Golkar.

Kini, pengalaman panjang tersebut memasuki babak baru setelah Sarmuji dipercaya mengisi kursi Menteri Perindustrian. Ia tidak lagi berada di posisi legislatif yang mengawasi dan membahas kebijakan, melainkan berada di dalam pemerintahan dengan tanggung jawab menjalankan kebijakan di sektor perindustrian.

Pergantian tersebut berlangsung dalam rangkaian reshuffle Kabinet Merah Putih yang dilakukan Prabowo pada 1 Oktober 2026. Selain Sarmuji, Presiden juga melantik sejumlah menteri dan wakil menteri baru. Pemerintah menyatakan pelantikan tersebut merupakan bagian dari penataan kabinet untuk melanjutkan masa jabatan pemerintahan periode 2024–2029.

Sebagai Menteri Perindustrian yang baru, Sarmuji akan menghadapi berbagai agenda di sektor industri nasional. Kementerian Perindustrian memiliki ruang lingkup kerja yang berkaitan dengan pembangunan sumber daya industri, sarana dan prasarana industri, pemberdayaan industri, pengembangan perwilayahan industri, hingga penguatan industri berbasis teknologi.

Dengan latar belakang panjang di parlemen dan organisasi politik, Sarmuji kini dituntut menerjemahkan pengalaman tersebut ke dalam kerja pemerintahan. Posisi baru itu sekaligus menjadi perubahan besar dalam perjalanan kariernya, dari Sekjen Partai Golkar dan anggota DPR RI menjadi pejabat eksekutif yang memimpin kementerian strategis di bidang industri.

Pelantikan pada Kamis, 1 Oktober 2026, akhirnya menandai dimulainya babak baru perjalanan Muhammad Sarmuji. Setelah bertahun-tahun menjalani karier di organisasi, Partai Golkar, dan parlemen, kini ia resmi berada di jajaran Kabinet Merah Putih sebagai Menteri Perindustrian, menggantikan Agus Gumiwang Kartasasmita.

Topik

Memuat tag...